Euforia Bola 2026
TECH By: Rosli Ab Rahman August 24, 2018 @ 5:05pm

3 Kerugian Membeli Smartphone Entry-level

Seperti yang kita tahu, pasar smartphone terbagi menjadi tiga segmentasi. Paling atas adalah segmen untuk pasar smartphone flagship. Di bawahnya ada pasar smartphone kelas menengah dan yang paling bawah adalah pasar smartphone entry-level atau kelas bawah.

Pasar smartphone flagship biasanya akan dikuasai oleh perangkat yang dijual dengan harga mahal, yakni minimal dibanderol seharga Rp7 jutaan. Terbilang wajar karena biasanya smartphone-smartphone yang berada di kelas flagship akan dipenuhi dengan fitur dan teknologi canggih.

Sementara smartphone yang berada di kelas menengah alias mid-range akan dijual dengan harga relatif terjangkau, namun tidak bisa disebut murah juga. Lalu segmen terakhir, yakni entry-level akan disesaki dengan smartphone-smartphone yang dibanderol dengan harga murah.

Memiliki harga yang bersahabat menjadi alasan utama mengapa smartphone-smartphone yang berada di segmen entry-level bisa laku bak kacang rebus di pasar malam. Beberapa orang memang enggan merogoh koceknya lebih dalam untuk membeli sebuah smartphone, dengan alasan “hemat”.

Sangat wajar jika beberapa orang berpikir demikian dan tidak bisa disalahkan juga. Akan tetapi, membeli smartphone entry-level yang murah meriah nyatanya juga membawa kerugian tersediri. Nah! 3 hal ini akan menunjukkan letak kerugiannya. Baca hingga selesai!

Smartphone entry-level minim teknologi

Smartphone Entry Level 2

Saat ini teknologi smartphone melesat begitu cepat. Bisa dibilang, teknologi yang ada di industri smartphone bergerak begitu cepat dibandingkan dengan industri gadget lainnya. Saking cepatnya, hampir setiap tahun kita selalu disajikan smartphone baru yang datang dengan fitur dan teknologi yang juga baru.

Hanya saja, fitur dan teknologi terbaru ini biasanya ditemukan di smartphone flagship dan mid-range. Sedangkan smartphone yang masuk ke dalam kelas entry-level atau kelas bawah biasanya akan datang dengan fitur yang pas-pasan.

Meski begitu, kita harus mengakui bahwa smartphone entry-level memang dikembangkan dengan ongkos produksi yang murah. Dan biasanya, smartphone entry-level juga datang dengan fitur standar guna memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari, seperti untuk medsos, browsing, dan chating.

Kita pun tidak bisa berharap banyak dengan komponen dan modul hardware yang ditanam ke dalam smartphone entry-level. Kebanyakan, smartphone-smartphone seperti ini juga dilengkapi dengan modul hardware yang kinerjanya kalah jauh dengan smartphone flagship dan mid-range.

Desain dan material yang dipakai kurang menarik

Nokia 1 1

Saat ini kebanyakan smartphone kelas atas datang dengan desain yang sedap dipandang mata. Tak hanya itu, sejumlah pabrikan juga mulai berani untuk mengemas smartphone buatannya dengan warna-warna yang kinclong. Hal ini pun mulai merambah ke kelas menengah.

Namun jangan berharap banyak dengan desain yang sedap dipandang mata akan menyambangi smartphone entry-level. Seperti yang kita tahu, tak sedikit juga smartphone entry-level dikemas dengan material “murahan”, seperti plastik polikarbonat.

Plastik sebenarnya merupakan bahan yang tidak mudah tergores ataupun pecah. Namun ketika bersentuhan dengan tangan, kesan pertama yang akan kita rasakan adalah enteng dan ringkih. Tidak hanya itu, secara tampilan bahan plastik terlihat biasa-biasa saja, tak ada kesan istimewa.

Berbanding terbalik dengan smartphone flagship atau kelas menengah, perangkat yang ada di dalam kelas ini datang dengan material yang lebih solid, seperti metal atau logam lainnya. Tak hanya itu, smartphone tersebut juga bisa dipercantik dengan lapisan kaca super kuat.

Siklus ganti smartphone jadi lebih cepat

Smartphone Entry Level 3

Membeli smartphone entry-level karena ingin berhemat? Rasanya tidak juga! Seperti yang sudah disinggung di atas, smartphone entry-level hanya dibekali teknologi dan hardware kelas bawah. Nah! Terkait dengan hal ini, tentu saja hardware yang terpasang tidak segegas hardware kelas atas.

Apa artinya? Hardware yang terpasang tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, setiap aplikasi yang ada juga terus mengalami pembaruan. Oleh karena itu, dibutuhkan juga dukungan hardware yang lebih baru.

Ya! Dari sini kita jadi bisa tahu bahwa siklus hardware yang ada di dalam smartphone entry-level memiliki umur yang bisa dibilang sangat pendek. Berbeda dengan smartphone flagship atau kelas menengah yang biasanya memiliki dukungan hardware untuk waktu yang lebih lama.

Bahkan mirisnya, akan tiba masanya dimana smartphone entry-level tidak mendapatkan pembaharuan sistem operasi karena hardware tidak memenuhi standart requirement. Dengan demikian, mau tidak mau kita dipaksa untuk “upgrade” alias beli smartphone baru agar dapat menikmati fitur-fitur yang baru juga.

| Live TV

| ARTIKEL Xtra

LIFESTYLE Wed, 18 Sep 2019

Realizing Industry 4.0; Bosch Celebrates Its 100 Years in SEA

Technology, automation and innovation take center stage at Bosch Experience Day 2019.

TECH Thu, 1 Feb 2018

TNB推出新myTNB App:让你点开App就可轻松付电费

现在的科技越来越进步,人们的手上几乎都会有一部智能手机!日前国家能源公司(Tenaga Nastional Berhad – TNB)正进行测试新手机应用程序 myTNB(New),让消费者能够轻易的查看用电量,以及透过应用程序来付费等功能!

TECH Mon, 19 Feb 2018

KONTRAKTOR MENANG RUMAH MAIN PERADUAN CELCOM

Big Win adalah sebuah portal anjuran Celcom Axiata  di mana pelbagai peraduan menarik disediakan seperti trivia Fit and Rich, Do-U-Know-Christiano, Duit4Free, pencarian harta karun, permainan papan dan banyak lagi.

TECH Fri, 1 Jun 2018

Cara Menggunakan Fitur Night Mode di Semua Smartphone Android

bagaimana menggunakan ciri Mod Malam pada telefon pintar Android yang tidak menyokong

TECH Fri, 13 Apr 2018

Akibat Kesilapan ‘Typo’ Seorang Pekerja, Samsung Rugi RM 543 Billion

Samsung hari ini telah mengalami kerugian sekitar RM 543 billion (~$140 billion) akibat daripada kesalahan mudah salah seorang pekerja mereka. Pekerja tersebut dikatakan telah tersalah taip atau typo dengan telah mengagihkan 2.8 billion unit saham kepada semua […]

TECH Wed, 11 Dec 2019

Pencipta ‘Barcode’ Meninggal Dunia

Menghasilkan puluhan paten untuk peralatan komputer dan imbasan (barcode)

TECH Fri, 21 Sep 2018

Cara Menukar Gambar jenis “jpg” Kepada “PDF”

Berikut kami kongsikan cara mudah untuk menukar gambar format jpg kepada PDF, caranya sangat mudah, ikuti sahaja langkah – langkah berikut.

TECH Mon, 9 Jul 2018

Xiaomi Adakan Promosi Sempena Penyenaraian Syarikat Dalam Bursa Saham Hong Kong

Menerusi pengumuman yang dibuat pada laman Facebook rasmi Mi Malaysia, syarikat gergasi dari China itu kini melangkah setapak lagi dengan penyenaraian di dalam Bursa Saham Hong Kong. Sejak diasaskan 10 tahun lalu, Xiaomi telah mengecapi pelbagai […]

TECH Sat, 26 May 2018

Tips Dari Google Mengenai Tingkah Laku Pelayar Internet Dari Malaysia Dan Indonesia Pada Bulan Ramadhan

Di waktu bulan Ramadhan, tingkah laku umat Islam  akan sedikit berlainan berbanding pada hari yang lain. Dan ini turut melibatkan tingkah laku pengguna di dunia maya. Perkara ini telah didedahkan oleh Google dalam beberapa infografi […]

TECH Mon, 10 Dec 2018

Cara Bersihkan Jack Audio yang Tersumbat

Pernahkah anda mengalami gangguan dalam bicu audio pada telefon pintar kegemaran anda? Jika ya, anda boleh mencuba petua berikut dan menggunakannya.

error: Content is protected !!