Meskipun pelakon terkenal Indoensia, Baim Wong dan model, Paula Verhoeven sudah rasmi bercerai, kisah rumah tangga mereka nampaknya belum berakhir.
Baru-baru ini, media sosial kembali kecoh apabila tersebar rakaman suara Baim melafazkan cerai terhadap Paula.
Dalam rakaman tersebut, suasana antara mereka kedengaran tenang sebelum Baim melafazkan talak.
“Bismillah, aku mahu cerai,” katanya dalam nada terkawal.
Paula pula kedengaran merayu berkali-kali, meminta agar tidak diceraikan.
“Jangan sayang, jangan… saya sudah minta maaf,” luahnya dengan sebak.
Namun, Baim tetap dengan keputusannya dan meneruskan lafaz cerai.
“Maafkan aku, aku sudah tidak mampu,” ujarnya yang turut mendakwa Paula telah berbohong kepadanya.
@makassar.today Rekaman suara Baim Wong ketika menceraikan Paula Verhoeven secara agama sekitar 20 April 2024 sampai 21 April 2024 akhirnya beredar di media sosial. Pada rekaman suara tersebut, sebelumnya Baim Wong mempermasalahkan Paula Verhoeven yang berbohong masih berkomunikasi dengan Niko, pria diduga jadi orang ketiga dalam rumah tangganya. Ayah dua anak itu tak suka mantan istrinya berbohong sudah lama tidak berkomunikasi dengan Niko, tapi ternyata baru beberapa hari chat WhatsApp dengan teman dekatnya tersebut. Paula Verhoeven sempat berdalih dirinya tak ada hubungan apapun dengan Niko, melainkan belajar cara menjadi seorang pemimpin yang baik. #tiktoknews #baimwong #paulaverhoven #artisviral #makassartiktokers #viraltiktok #makassartoday
Rakaman suara tersebut tular selepas seminggu pasangan itu sah bercerai, susulan dakwaan Paula berlaku curang dengan rakan baik Baim.
Sekadar info, Baim dan Paula berkahwin pada 22 November 2018, hasil perkongsian hidup selama enam tahun itu mereka dikurniakan dua orang anak lelaki.
Pada 8 Oktober 2024, Baim memfailkan gugatan cerai terhadap Paula di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Dalam persidangan perceraian itu, Paula didapati curang dengan seorang lelaki berinisial NS, yang juga merupakan sahabat dekat Baim sehingga disabitkan nusyuz.
Perceraian mereka telah disahkan pada 16 April 2025.








